Rasul Akwila dari Tujuh Puluh Murid
Diperingati pada 13 Februari, 14 Juli (Kalender Gereja)/ 26 Februari, 27 Juli
Js. Akwila, Rasul 70: Ada kemungkinan bahwa ia adalah seorang murid Rasul
Paulus, penduduk asli Pontus dan seorang Yahudi, yang tinggal di kota Roma
bersama istrinya Priskilla (mereka diperingati pada 13 Februari di Kalender
Yunani). Pada masa pemerintahan kaisar Claudius (41-54) semua orang Yahudi
diusir dari Roma, sehingga Js. Akwila dan istrinya terpaksa pergi. Mereka
menetap di Korintus. Beberapa saat kemudian, Rasul Paulus yang kudus tiba di
sana dari Athena untuk memberitakan Injil. Setelah berkenalan dengan Akwila, ia
mulai tinggal di rumahnya dan bekerja bersamanya, membuat tenda.
Setelah menerima Baptisan dari Rasul Paulus, Akwila dan
Priskila menjadi murid-muridnya yang berbakti dan bersemangat. Mereka menemani
rasul Paulus ke Efesus. Rasul Paulus memerintahkan mereka untuk melanjutkan
pemberitaan Injil di Efesus, dan ia sendiri pergi ke Yerusalem, untuk hadir
pada hari raya Pentakosta. Di Efesus, Akwila dan Priskila mendengar pemberitaan
yang berani dari seorang pendatang baru dari Aleksandria, seorang Yahudi
bernama Apolos. Dia telah diajarkan dalam dasar-dasar Iman, tetapi hanya tahu
baptisan Yohanes Sang Perintis Jalan. Mereka memanggilnya dan menjelaskan lebih
tepatnya tentang jalan Tuhan.
Setelah kematian kaisar Claudius, orang-orang Yahudi
diizinkan untuk kembali ke Italia, dan Akwila dan Priscilla kemudian kembali ke
Roma. Rasul Paulus dalam Suratnya kepada orang Roma mengenang murid-muridnya
yang setia, “Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku
dalam Kristus Yesus.
Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku
saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.”(Rm. 16:
3-4). Js. Akwila tidak lama tinggal di Roma: Rasul Paulus menjadikannya seorang
uskup di Asia. Js. Akwila dengan rajin bekerja untuk mengabarkan Injil di Asia,
Akaia dan Heraklia. Ia mempertobatkan orang-orang pagan menjadi Kristen, ia
membimbing dalam kebenaran orang-orang Kristen yang baru bertobat dalam iman, ia
menetapkan para penatua dan menghancurkan patung-patung berhala. Js. Priskilla
terus-menerus membantunya dalam pekerjaan kerasulan. Js. Akwila mengakhiri
hidupnya sebagai martir: orang-orang pagan membunuhnya. Menurut Tradisi Gereja,
Js. Priskilla terbunuh bersama dengannya.

Komentar
Posting Komentar