Js Julian, Uskup Kenomanis (Le Mans) di Gaul


Js Julian, Uskup Kenomanis (Le Mans) di Gaul

Diperingati pada 13 Juli (Kalender Gereja)/ 26 Juli

Js. Julian, Uskup Kenomanis, diangkat menjadi uskup oleh Rasul Petrus. Beberapa percaya bahwa dia adalah orang yang sama dengan Simon si Kusta (Markus 14: 3), yang menerima nama Julian dalam Baptisan.


Rasul Petrus mengutus Js  Julian untuk mengabarkan Injil di Galia. Ia tiba di Kenomanis (wilayah Sungai Po di utara Italia saat ini) dan menetap di sebuah gubuk kecil di luar kota (mungkin Kremona), dan ia mulai mengabarkan Injil di antara para penyembah berhala. Para penyembah berhala mula-mula mendengarkannya dengan curiga, tetapi khotbah orang suci itu disertai dengan banyak mujizat. Dengan doa, Js  Julian menyembuhkan banyak orang sakit. Perlahan-lahan, banyak orang mulai berdatangan kepadanya, meminta bantuan. Dalam menyembuhkan kelemahan tubuh, Js  Julian juga menyembuhkan jiwa-jiwa, menerangi orang-orang yang datang kepadanya melalui cahaya iman kepada Kristus.


Untuk memuaskan dahaga dari banyak pengunjungnya, Js. Julian, setelah berdoa kepada Tuhan, memukulkan tongkatnya di tanah, dan dari tempat yang kering itu muncul mata air. Mujizat ini mengubah banyak orang penyembah berhala menjadi Kristen. Suatu kali uskup suci ingin bertemu dengan pangeran setempat. Di gerbang tempat tinggal sang pangeran di sana duduk seorang lelaki buta yang sangat kasihan keadaanya,  Js. Julian setelah berdoa, memberinya kesembuhan dan bisa melihat. Sang pangeran keluar menuju uskup kudus, dan baru saja mengetahui bahwa dia telah melakukan mujizat ini, dia berlutut di kaki uskup, meminta Pembaptisan. Setelah memberi katekisasi pada sang pangeran dan keluarganya, Js  Julian memerintahkan puasa tiga hari kepada mereka, dan kemudian ia membaptis mereka.


Melihat contoh sang pangeran, mayoritas rakyatnya juga masuk Kristen. Sang pangeran menyumbangkan rumahnya sendiri kepada uskup untuk membangun sebuah Gereja di dalamnya, dan dia menyediakan sarana bagi Gereja. Js  Julian dengan sungguh-sungguh memusatkan perhatian pada pencerahan spiritual kawanannya, dan ia menyembuhkan orang sakit seperti sebelumnya. Sangat terpengaruh oleh kesedihan seorang tua, uskup kudus berdoa agar Tuhan memulihkan anak-anak mereka yang mati. Uskup Suci Julian tetap menduduki tahta keuskupannya, mengajar umatnya menuju kehidupan Surga. Uskup suci meninggal di usia yang sangat tua. Hingga akhir hayatnya ia berkhotbah tentang Kristus dan ia sepenuhnya menghentikan penyembahan berhala di negeri Kenomanis.


https://oca.org/saints/lives/2018/07/13/102019-st-julian-the-bishop-of-cenomanis-le-mans-in-gaul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikon Bunda Allah "Hodegitria"/ yang menunjukkan jalan di Smolensk yang dibawa dari Konstantinopel

Martir Agung Dan Penyembuh tanpa bayaran St. Panteleimon

St. Pitirim, Uskup Tambov