45 Martir Suci di Nicopolis Armenia


45 Martir Suci di Nicopolis Armenia
Diperingati pada 10 Juli (Kalender Gereja)/ 23 Juli

Empat puluh lima Martir dari Kota Armenia di Nikopolis menderita selama masa pemerintahan kaisar Licinius (311-324), yang pada waktu itu adalah penguasa bersama Kaisar Konstantinus Agung. Licinius, penguasa Kekaisaran Timur, dengan kejam menganiaya orang-orang Kristen dan mengeluarkan dekrit untuk membunuh setiap orang Kristen yang tidak mau kembali ke paganisme. Ketika penganiayaan dimulai di Nicopolis, lebih dari empat puluh orang yang dianiaya karena Kristus memutuskan untuk tampil secara sukarela di hadapan para penganiaya mereka, untuk mengakui secara terbuka iman mereka kepada Anak Allah dan menerima kemartiran. Para pengaku iman ini dipimpin oleh Leontius, Mauricius, Daniel, Antonius dan Alexander, yang begitu menonjol oleh kehidupan saleh mereka. Gubernur distrik Armenia, Licius, yang dihadapi oleh para pengaku iman suci, kagum pada keterusterangan dan keberanian orang-orang yang secara sukarela menghukum diri mereka sendiri untuk disiksa dan dibunuh. Dia mencoba membujuk mereka untuk meninggalkan Kristus dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa pagan, tetapi orang-orang kudus tetap tabah. Mereka membantah semua argumen Gubernur, menunjukkan kepadanya semua kepalsuan iman pada dewa-dewa pagan yang keji dan penuh keburukan, membuat mereka yang menyembah dewa-dewa itu hancur. Hakim  memberi perintah untuk memukuli para pengaku iman di bagian wajah itu dengan batu, dan kemudian membelenggu dan memenjarakan mereka.

Di penjara orang-orang kudus bersukacita dan menyanyikan Mazmur Daud. St. Leontius mengilhami dan mendorong saudara-saudara, mempersiapkan mereka untuk menerima siksaan baru bagi Iman yang sejati, dan memberi tahu mereka tentang keberanian orang-orang yang sebelumnya menderita karena Kristus. Di pagi hari, setelah penolakan berulang untuk mempersembahkan korban kepada berhala, orang-orang kudus kembali untuk disiksa. St   Leontius, melihat penderitaan para martir yang mengenaskan sehingga khawatir bahwa beberapa dari mereka akan goyah dan kehilangan kepercayaannya maka dia berdoa kepada Allah agar semuanya cepat berakhir.

Ketika para martir suci menyanyikan Mazmur di tengah malam, seorang malaikat Tuhan tiba-tiba muncul di hadapan mereka, dan penjara itu menyala dengan cahaya. Malaikat menyatakan kepada para martir bahwa pertarungan mereka sudah hampir berakhir, dan nama mereka sudah tertulis di Surga. Dua penjaga penjara, Meneus dan Virilad, melihat apa yang terjadi menjadi percaya kepada Kristus. Pada pagi berikutnya, Gubernur memutuskan untuk membunuh para martir Kristus. Setelah penyiksaan keji mereka membakar para martir, dan melemparkan tulang mereka di sungai. Orang-orang yang saleh menemukan relik mereka, mengumpulkan dan menyelamatkan mereka. Kemudian, ketika kebebasan telah diberikan kepada Gereja Kristus, sebuah Gereja dibangun di tempat ini atas nama 45 Martir suci tersebut.

https://oca.org/saints/lives/2016/07/10/101984-45-holy-martyrs-at-nicopolis-in-armenia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikon Bunda Allah "Hodegitria"/ yang menunjukkan jalan di Smolensk yang dibawa dari Konstantinopel

Martir Agung Dan Penyembuh tanpa bayaran St. Panteleimon

St. Pitirim, Uskup Tambov